7 January 2015

Wacana Pemekaran Wilayah Pelarangan Roda Dua Bikin Kuping Panas!!!

Terhenyut dahi  pas lagi blog walking baca artikelnya mas IWB yang mengulas kebijakan pemprov DKI untuk memekarkan wilayah pelarangan kendaraan roda dua di Jakarta, belum habis sampe di situ ane coba cari info lagi lebi jauh..eh ternyata wak haji (tmcblog) ternyata mengulas hal yang sama dan bahkan wak haji pada blog Ring piston nya bilang kalao daerah Otista raya akan termasuk sebagai wilayah yang bakal di terapkan kendaraan roda dua di larang melintas..Walaaaaaaaaaaaaaah, secara ane tinggal di otista, and u know lha broh sepanjang jalan otista raya itu isinya apa??? Toko Aksesoris Motor brooo! Kebijakan ini keknya terkesan maksa dan arogan banget, tanpa di pikirkan dulu apakah efektif dan efisien kedepannya..Terlihat jelas kalau ahok Cuma menggunakan parameter penilaian dengan sumber terbatas untuk menyerang kendaraan roda dua sebagai biang kerok kemacetan di jakarta, padahal kalau bole di bilang dengan logika dan fakta, bahwa Roda empat lah yang menyumbang paling banyak sisi kemacetan yang ada di Jakarta, byuuuh kacau


Memang untuk saat ini siy bisa dibilang daerah yang udah menerapkan Roda dua untuk melintas masih sangat terbatas yakni berkisar antara Jalan Hotel Indonesia, Thamrin dan Medan Merdeka..tapi dengan wacana untuk pemekaran pelarangan roda dua di setiap jalan protokol di ibukota hal ini tentunya akan mendapatkan respon negatif dari para biker kelak. Sepeda motor di pilih karena fleksibilitasnya dan efisiensinya, dan dengan cost yang murah pula maka bisa dibilang sebenarnya sepeda motor merupakan salah satu alternatif transportasi yang masih bisa bergerak bebas di jakarta tanpa merepotkan siapapun. Hal ini tentunya sangat jauh berbeda dengan yang namanya kendaraan roda 4 atau mobil, faktanya saja mobil lah yang menyumbang kemacetan terbesar di ibukota, sepeda motor harusnya tidak di anak tirikan dan di tuduh sebagai biang kerok! Bahkan tak pelak banyak para pemilik kendaraan roda 4 yang sengaja menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan harian mereka untuk beraktivitas, bekerja dan melakukan kegiatan. Jadi jika wacana pemekaran ini benar adanya akan di terapkan maka bisa dibilang pemprov akan mendapatkan tamparan keras dari masyarakat golongan menengah ke bawah yang sudah sangat identik dengan yang namanya sepeda motor. Lebih baik pemrov mengkaji ulang ide gila ini sebelum menimbulkan pro dan kontra pada saat pelaksanaan di lapangan.

Udah macet, mo di suruh macet-macetan lagi dengan naik transportasi masal yang jauh dari kata layak, baik dan berkualitas? I’am not, what about you??

No comments:

Post a Comment